ku tatap pintu
menunggu seseorang membukanya dan membawaku keluar
aku kesepian
hanya tertawa, menangis, dan meringkuk sendiri
percayalah ini bukan penjara
tapi aku
terpenjara...
aku ingin keluar kamar
mendengar mama memanggil
aku ingin keluar kamar
berbaring di muka televisi dan memeluknya
padahal dulu aku sering jadi menjengkelkan dengannya
tapi ternyata mama adalah seseorang yang membuka pintu dan membawaku keluar menghirup udara kepenatan bersama
duduk di pojok dapur dan mengomel banyak hal
serigkali berujung rajukan
tapi tidak jarang kami jadi asik tentang sesuatu
mama sudah mati
jasadnya sudah tertanam
namanya masih terniang
wajahnya menjadi mimpi-mimpiku
lalu pintu itu tertutup
aku mau kabur
aku tidak punya alasan untuk keluar dan tidak lagi cukup kuat didalam
akhirnya sebuah petaka jadi rasa syukur dikit demi sedikit
aku jadi tokoh yang tidak tau diri dan lari
aku pulang, mak...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar